Tak Berkategori

Rusia VS Ukraina: Menuju Perang Dunia?

0 0
Spread the love
Read Time:2 Minute, 32 Second

Rusia akhirnya benar-benar menyerang Ukraina. Presiden Vladimir Putin mengumumkan operasi militer secara resmi Kamis (24/2/2022). Serangan Rusia kemudian dimulai dengan ledakan di sejumlah kota di Ukraina, termasuk Kyiv, Odessa, Kharkiv dan Mariupol.

Sebelumnya, hubungan Ukraina dengan Rusia cukup dekat. Namun pemimpin Ukraina yang sekarang lebih dekat ke Barat dan ingin menjadi bagian The North Atlantic Treaty Organization (NATO). Hubungan Rusia dan Ukraina memanas sejak 2014. Kala itu muncul revolusi menentang supremasi Rusia. Massa antipemerintah berhasil melengserkan mantan presiden Ukraina yang pro-Rusia, Viktor Yanukovych. Kerusuhan bahkan sempat terjadi sebelum berdamai di 2015 dengan kesepakatan Minsk.

Peristiwa tersebut membuka keinginan Ukraina bergabung dengan Uni Eropa (UE) dan NATO. Ini, mengutip Al-Jazeera, membuat Putin marah karena prospek berdirinya pangkalan NATO di sebelah perbatasannya.

Hal ini juga didukung makin eratnya hubungan sejumlah negara Eropa Timur dengan NATO. Sebut saja Polandia dan negara-negara Balkan.

Rusia kemudian membalas dengan merebut wilayah selatan Krimea dan memicu pemberontakan di timur. Hal itu mendukung separatis yang telah memerangi pasukan Ukraina dalam perang yang telah merenggut 14.000 nyawa.

Akhir 2021, Putin mulai mengerahkan sejumlah besar pasukan Rusia di dekat perbatasan Ukraina.

Para ahli percaya Putin melakukan ini untuk tujuan memaksa perubahan di Ukraina. Rusia, ingin kepemimpinan Ukraina diganti menjadi pro Moskow.

“Berdasarkan pidato Putin … Rusia melancarkan serangan besar di seluruh Ukraina dan bertujuan untuk menggulingkan pemerintah Kyiv melalui cara militer… Meskipun Putin mengklaim sebaliknya, kemungkinan ini akan mencakup pendudukan beberapa wilayah oleh pasukan Rusia.”, kata Direktur Penelitian makro global di Eurasia Group, Henry Rome, dikutip CNBC International.

Menuju Perang Dunia?

Seratus tahun setelah Perang Dunia Pertama, Barat masyarakat dunia takut akan terjadi perang lagi. Namun, Rusia telah melangkah menganeksasi Krimea dan memperluas wilayah perangnya ke Donbas, Ukraina timur.

Rusia telah menggunakan pendapatan dari ekspor minyak dan gasnya untuk mengembangkan senjata baru dan mempersiapkan perang apokaliptik, tidak hanya melawan Ukraina tetapi juga melawan seluruh Barat.

Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa mereka memberlakukan sanksi ekonomi berat terhadap Rusia sebagai tanggapan atas serangan Presiden Vladimir Putin di Ukraina.

Sanksi AS tersebut bertujuan melumpuhkan ekonomi Rusia, lembaga keuangannya, dan aksesnya ke teknologi.

AS juga memutus koneksi ke sistem keuangan AS untuk bank keuangan terbesar Rusia, Sberbank, termasuk 25 anak perusahaan, dengan memberlakukan tindakan yang memutus akses Sberbank ke transaksi yang dilakukan dalam dolar.

Sanksi AS juga akan memberlakukan pembatasan di seluruh Rusia pada beberapa teknologi AS yang diproduksi di negara lain termasuk semikonduktor, keamanan enkripsi, laser, sensor, navigasi, avionik, dan teknologi maritim.

UE, Australia, Jepang, Kanada, Selandia Baru, dan Inggris telah mengomunikasikan rencana mereka untuk tindakan paralel.

Putin memperingatkan AS dan NATO untuk tidak mencampuri konflik antara negaranya dengan Ukraina. Putin mengancam akan membalas Tindakan merea jika ikut campur.

Sementara itu, Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, menyatakan dukungan penuh kepada Rusia soal krisis di Ukraina. Junta Myanmar juga mendukung Rusia dalam keputusannya menyerang Ukraina. Mereka menilai langkah Moskow “dibenarkan” dalam perspektif mempertahankan kedaulatannya.

Akankah perseteruan antara kekuatan Blok Barat (AS & NATO) dengan Blok Timur (Aliansi Rusia) ini semakin memanas, dan perang meluas ke negara lain? Wallahua’lam! []

*) Dikutip dari Majalah Tabligh edisi Maret 2022

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Anda mungkin juga suka...

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *