Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) langka yang diselenggarakan Israel dengan mitra Arab berakhir pada Senin (28/3/2022). Pembicaraan enam negara di Sde Boker, sebuah pemukiman di Gurun Negev, dinyatakan sebagai pertemuan bersejarah oleh Israel setelah pembicaraan itu menormalkan hubungan diplomatik dengan Bahrain dan Uni Emirat Arab. Selain Blinken dan Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid, perwakilan dari Bahrain, Maroko, Uni Emirat Arab, dan Mesir juga akan menghadiri pertemuan tersebut. Keempat negara Arab itu dianggap sebagai negara Muslim Sunni moderat yang memiliki kekhawatiran mendalam terkait Syiah Iran yang memiliki lebih banyak kekuatan di Timur Tengah.
Menlu AS Antony Blinken diyakini akan mencoba menghilangkan ketakutan atas kemungkinan pembaruan kesepakatan nuklir Iran, yang ditentang keras oleh Israel. Israel dan Amerika Serikat (AS) akan bekerja sama untuk mencegah Iran membangun serta memiliki senjata nuklir. Sejak April 2021, Washington dan Teheran telah terlibat dalam negosiasi tak langsung pemulihan kesepakatan nuklir 2015 atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).
“Kami memiliki ketidaksepakatan tentang perjanjian nuklir serta konsekuensinya, tapi dialog yang terbuka dan jujur adalah bagian dari kekuatan persahabatan kami. Israel dan AS akan terus bekerja sama untuk mencegah nuklir Iran,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Yair Lapid dalam konferensi pers di Yerusalem, Ahad (27/3), dikutip laman Al Arabiya.
KTT ini akan menjadi forum permanen. Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel, Yair Lapid, sambil mengundang orang-orang Palestina untuk bergabung. “..kami memutuskan untuk menjadikan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Negev menjadi forum permanen,” kata Yair Lapid bersama rekan-rekannya dari Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Maroko, Mesir, dan Amerika Serikat (AS).
Israel Semakin Agresif
Sebelumnya Perdana Menteri Israel Naftali Bennett, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, , dan Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohammed bin Zayed melakukan pertemuan trilateral di resor Laut Merah Sharm el-Sheikh, Selasa (22/3/2022). Pertemuan trilateral tersebut menjadikan pasar energi sebagai salah satu topik utama pembahasan.
Israel diketahui telah melakukan normalisasi diplomatik dengan UEA. Tel Aviv sudah terlebih dulu menyepakati perjanjian normalisasi dengan Mesir pada 1979. Sementara normalisasi dengan UEA dan Bahrain terjadi pada September 2020. Normalisasi hubungan Israel dengan UEA dan Bahrain tercapai berkat mediasi yang diperankan mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Selain UEA dan Bahrain, AS pun membantu Israel melakukan normalisasi diplomatik dengan Sudan serta Maroko.
Palestina mengecam kesepakatan damai yang dilakukan empat negara Muslim tersebut. Menurut Palestina, hal itu merupakan tikaman bagi perjuangannya memperoleh kemerdekaan.
Delegasi Israel juga hadir dalam pertemuan Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-144 pada hari Senin, 21 Maret 2022 di Bali, Indonesia. Dua delegasi tersebut yakni Avi Ditcher dari Partai Likud dan Nira Shpak dari Yesh Atid. Peristiwa ini mendapat kecaman keras dari Ketua Presidium MER-C (dr. Sarbini) dan Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI (Fadli Zon). []
*) Artikel ini dikutip dari Majalah Tabligh edisi April 2022